Arsip untuk ‘Dari Kita Untuk Kita’ Kategori

Berita Paskah BIA 2010

12 Mei 2010

Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat dan rahmatNya kami boleh melaksanakan acara perayaan Paskah Bina Iman Anak, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 18 April 2010 bertempat di Ruang tunggu Strada Bekasi pada pukul 08.30 WIB. Acara dimulai dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Marta. Anak – anak datang dan membawa hadiah untuk acara tukar kado, dan diberikan nomer untuk mengambil hadiah mereka.
Setelah berdoa anak – anak diberikan cerita tentang paskah dan sejarah paskah oleh Fr. Jufri Kano.CICM, anak – anak terlihat sangat antusias oleh cerita Frater dan Ibu Marta.
Pukul 09.15 acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok kelas besar dan kelas kecil untuk mengikuti lomba.
Anak yang telah duduk dikelas 1 sampai kelas 3 SD berada dikelas besar, anak – anak dikelas besar mengikuti lomba menghias lilin dan telur. Hasil mereka pun tampak kreatif dan rapi. Sedangkan anak kelas kecil mengikuti lomba makan telur puyuh, joget balon secara berpasangan, dan mencari telur paskah yang disembunyikan disekitar area parkir sekolah Strada. Walaupun udara saat itu cukup panas, anak – anak sangat bersemangat saat mencari telur paskah.
Setelah lelah menjalani serangkaian lomba, anak–anak beristirahat sembari menunggu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah lomba.

Berikut daftar para pemenang lomba :
1. Lomba menghias lilin : Tasya
2. Lomba menghias telur : Ella
3. Lomba joget balon : Marcell dan Nico
4. Lomba makan telur : Grace dan Morin
5. Lomba mencari telur paskah : Grace

Selain hadiah untuk lomba, anak – anak diberikan hadiah untuk kategori anak yang rajin dalam kehadiran dan keaktifan saat mengikuti Bina Iman Anak setiap minggunnya.

Berikut daftar anak yang meraih kategori-kategori tersebut :
1.Kategori Bina Iman Anak kategori kehadiran : Jonathan dan Sasa
2.Kategori Bina Iman Anak kategori keaktifan : Morin dan Sabrina
3.Pemenang hadiah dari Frater Suri : Dian dan Kevin

Selesai membagikan hadiah untuk lomba, acara dilanjutkan dengan acara tukar kado dan pembagian bingkisan paskah, sebelumnya Ibu Marta menutup acara dengan doa penutup. Anak – anak terlihat sangat antuasias, mereka antre untuk menukarkan nomer dengan kado, bingkisan paskah serta telur paskah. Acarapun selesai pukul 10.30 WIB

Seluruh rangkaian acara yang telah direncanakan berjalan cukup lancar yang tentunya tidak lepas dari dukungan semua pihak.
Untuk itu, pada kesempatan ini ijinkan kami dengan segala kerendahan hati menghaturkan terima kasih kepada :
1.Seluruh orang tua Bina Iman Anak Paroki St. Arnoldus Janssen-Bekasi yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materiil sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik.
2.Rm. Anselmus Selvus.SVD : Selaku Pastor Kepala Paroki St. Arnoldus Janssen-Bekasi
3.Rm. Victor Bani.SVD : Selaku Pastor Moderator Bina Iman Anak Paroki St. Arnoldus Janssen-Bekasi yang senantiasa memberikan dukungan setiap program acara yang kami adakan.
4.Yayasan Sekolah Strada yang telah menyediakan tempat, sehingga kami dapat melaksanakan acara perayaan paskah Bina Iman Anak.
5.Fr. Surianus Manggau.CICM dan Fr. Jufri Kano.CICM yang telah membantu kami setiap minggunya dan membantu dalam pelaksanaan acara ini sehingga acara dapat berjalan dengan baik.
6.Kakak pendamping Bina Iman Anak Paroki St.Arnoldus Janssen-Bekasi yang telah bersedia untuk mendampingi serta membantu berjalannya acara.

Kami sangat menyadari segala keterbatasan yang kami miliki, maka jika ada hal yang kurang berkenan dan kesalahan baik dengan kata – kata ataupun perilaku yang disengaja maupun tidak disengaja kami mohon maaf yang sebesar – besarnya.
Tuhan Memberkati.

By : Webmaster_BIA St.Arnoldus

Hari Minggu Palma

13 Maret 2010

Pernahkah kita menyaksikan suatu pertunjukan drama hidup, dengan aktor serta aktris yang nyata? Jika mereka berakting dengan baik, mungkin untuk sementara waktu kita lupa bahwa kita sedang berada di gedung pertunjukkan. Malahan mungkin kita tidak sempat berpikir bahwa aktor dan aktris di atas panggung itu hanyalah sedang berpura-pura menjadi orang lain. Dengan kata lain, kita terbawa dalam peran yang mereka mainkan.

Itulah sebabnya mengapa kita memegang daun-daun palma pada hari minggu palma, kita tidak hanya menyaksikan suatu pertunjukan, tetapi kita diminta untuk berperan serta di dalamnya. Kita menjadi aktor serta aktris dalam suatu drama yang paling hebat sepanjang masa : minggu terakhir dalam kehidupan Yesus. Dan daun-daun palma adalah perlengkapan kita.

Adegan diawali dengan Yesus memasuki kota Yerusalem. Di masa silam para raja mempunyai kebiasaan untuk setiap 1 tahun sekali mengunjungi berbagai desa dan kota di wilayah kerajaannya. Kunjungan seperti itu dalam bahasa Yunani disebut "Epifani". Mereka mengadakan sidang dan bertindak sebagai hakim serta menjatuhkan vonis (=hukuman). Mereka juga mengumumkan peraturan-peraturan serta memungut pajak. Sebagian kunjungan epifani bersifat damai, sementara sebagian lagi lebih menyerupai perang.

Rakyat dapat mengetahui tujuan kedatangan raja dengan mengamati bagaimana ia memasuki kota. Pada masa itu kuda harganya amat mahal dan hanya digunakan untuk berperang. Jadi jika raja memasuki kota dengan menunggang kuda, biasanya berarti kerajaan dalam bahaya. Rakyat menjadi kalut dan ketakutan. Jika raja hanya bertujuan untuk mengadakan kunjungan damai, ia akan memasuki kota dengan menunggang keledai.

Cara inilah yang digunakan Yesus Kristus sang Raja untuk memasuki Yerusalem. Yesus bermaksud menyampaikan dua pesan yang jelas kepada rakyat Yerusalem. Yang pertama bahwa Ia adalah raja, yang kedua adalah bahwa Ia bermaksud membawa damai sejahtera.

Yesus datang dari Bukit Zaitun menuju lembah Kidron, di sebelah timur Bait Allah. Perjalanan yang harus ditempuh-Nya menurun dan curam. Selain jalanan di situ sempit dan kotor, hujan musim semi telah membuat jalanan menjadi licin. Orang-orang yang bersorak-sorai menyambut Yesus dan menebarkan ranting-ranting serta pakaian mereka di jalan supaya keledai Yesus tidak tergelincir. Sementara Yesus menuruni bukit, khalayak ramai meneriakkan "Hosanna!", dalam bahasa Ibrani artinya "Selamatkanlah Kami!".

(sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com)

Mengapa Masa Prapaskah Berlangsung 40 hari?

10 Maret 2010

Pada awalnya, 40 hari masa tobat dihitung dari hari Sabtu sore menjelang Hari Minggu Prapaskah I sampai dengan peringatan Perjamuan Malam Terakhir pada hari Kamis Putih; sesudah itu dimulailah Misteri Paskah.
Sekarang, Masa Prapaskah terbagi atas dua bagian. Pertama, empat hari dari Hari Rabu Abu sampai Hari Minggu Pra-paskah I. Kedua, tiga puluh enam hari sesudahnya sampai Hari Minggu Palma. Masa Prapaskah bagian kedua adalah masa Mengenang Sengsara Tuhan.

Makna 40 hari dapat ditelusuri dari kisah Musa yang sebagai wakil Hukum (Taurat) dan Elia yang sebagai wakil Nabi. Musa berbicara dengan Tuhan di gunung Sinai dan Elia berbicara dengan Tuhan di gunung Horeb, setelah mereka menyucikan diri dengan berpuasa selama empat puluh hari (Keluaran 24:18, IRaja-raja 19:8).
Setelah dibaptis, Tuhan Yesus mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan umum juga dengan berpuasa selama 40 hari di padang gurun. Disana Ia dicobai setan dengan serangan pertamanya yaitu rasa lapar. Serangan yang sama digunakannya juga untuk mencobai kita agar kita gagal berpantang dan berpuasa dengan godaan keinginan daging. Kemudian setan berusaha membujuk Yesus untuk menjatuhkan diri-Nya agar malaikat-malaikat dari surga datang untuk menyelamatkan-Nya. Setan mencobai kita juga dengan kesombongan, padahal kesombongan sangat berlawanan dengan semangat doa dan meditasi yang dikehendaki Tuhan. Untuk ketiga kalinya Setan berusaha membujuk Yesus dengan janji akan menjadikan Yesus sebagai pengusaha jagad raya. Setan mencobai kita dengan keserakahan serta ketamakan harta benda duniawi, padahal Tuhan menghendaki kita beramal kasih dan menolong sesama kita.

Selama Masa Prapaskah selayaknya kita hidup sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.(Efesus 5:8-9)

(sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com)

Apa Itu Masa Prapaskah?

9 Maret 2010

Masa Prapaskah adalah masa pertumbuhan jiwa kita. Kadang-kadang jiwa kita mengalami masa-masa kering dimana Tuhan terasa amat jauh. Masa Prapaskah juga membantu kita untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mementingkan diri sendiri dan suka marah.

Banyak orang mengikuti retret setiap tahun. Retret itu semacam penyegaran jiwa. Kita membebaskan diri dari segala beban dan segala rutinitas sehari-hari. Tujuannya agar kita dapat meluangkan waktu untuk memikirkan dan mendengarkan Tuhan. Kalian boleh menganggap Masa Prapaskah sebagai suatu Retret Agung selama 40 hari. Yaitu saat untuk mengusir semua kekhawatiran dan ketakutan kita supaya kita dapat memusatkan diri pada Sahabat kita dan mempererat hubungan kita dengan-Nya. Sahabat itu tentu saja adalah Tuhan. Kita dapat mempererat hubungan kita dengan-Nya dengan berbicara kepada-Nya dan mendengarkan-Nya. Cara lain yang juga baik adalah dengan membaca bagaimana orang lain membangun persahabatan dengan Tuhan di masa silam. Kitab Suci adalah bacaan yang tepat atau bisa juga kisah hidup para santo dan santa.

Akhirnya, hanya ada dua kata untuk menyimpulkan apa itu Masa Prapaskah, yaitu: "NIAT" dan "USAHA". Misalnya saja kita berniat untuk lebih mengasihi sesama, kita juga berniat untuk tidak lagi menyakiti hati sesama. Salah satu alasan mengapa kita gagal memenuhi niat kita itu adalah karena kita kurang berusaha. Kitab Suci mengatakan "roh memang penurut, tetapi daging lemah". Disinilah peran Masa Prapaskah, yaitu membangun karakter yang kuat. Kita berusaha untuk menguasai tubuh dan pikiran kita dengan berlatih mengusai diri dalam hal-hal kecil. Oleh karena itulah kita melakukan silih selama Masa Prapaskah. Kita berpantang hal-hal yang paling kita sukai. Dengan berpantang kita belajar mengendalikan diri. Jika kita telah mampu mengusai diri dalam hal-hal kecil, kita dapat meningkatkannya pada hal-hal yang lebih serius.

Berlatih mengusai diri baru sebagian dari usaha. Tidaklah cukup hanya berhenti melakukan suatu kebiasaan buruk, tetapi kita juga harus memulai suatu kebiasaan baik untuk menggantikan kebiasaan buruk kita. Misalnya saja membaca Kitab Suci setiap hari, berdoa rosario, menerima Komuni secara teratur. Jadi jangan hanya duduk diam saja, LAKUKANLAH SESUATU. Mulailah Hari Rabu Abu dengan menerima abu yang telah diberkati, lalu kemudian memulai hidup baru bagi jiwamu!

"Selama Masa Prapaskah selayaknya kita hidup sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran. (Efesus 5:8-9)"

( sumber : P. Richard Londsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com )

Mengapa Kita Berpantang ?

9 Maret 2010

Ada dua alasan utama kenapa kita berpantang pada masa prapaskah.
Pertama, sebagai kurban silih atas dosa-dosa kita. Kita melukai hati Tuhan dan sesama ketika kita berdosa.
Kedua, dan yang paling utama, kita melukai hati Tuhan dan sesama karena kita kurang dapat mengendalikan diri. Ketika kita tergoda untuk melakukan sesuatu yang jahat (atau tidak melakukan sesuatu yang baik). Kita jatuh dalam pencobaan karena kita tidak mempunyai kehendak yang kuat untuk melakukan yang baik.

Jika kita ingin belajar mengendalikan diri, mulailah dari hal-hal yang kecil. Selama beberapa minggu berpantanglah sesuatu yang kita sukai. Misalnya untuk anak-anak berpantang permen, jajan, mencontek atau dapat juga berpantang malas-malasan.

Mengapa Kita Berpuasa?

8 Maret 2010

1. Berpuasa mempertajam mata rohani kita – membantu kita melihat apa yang Tuhan lihat.

2. Berpuasa berarti semakin serupa dengan Kristus, yang sering kali berpuasa.

3. Berpuasa adalah cara yang baik guna mengingatkan kita untuk berdoa, sebagai ganti makan.

4. Berpuasa membantu kita mengurangi berat badan dan merasa tetap bugar.

5. Berpuasa berarti menghemat uang (membeli lebih sedikit makanan!).

6. Berpuasa berarti menghemat waktu (melewatkan waktu makan) dimana semua orang serba sibuk dan tidak punya waktu luang.

7. Berpuasa membuat kita merasa bahagia (jika kita melewatkan hari puasa dengan berhasil).

8. Berpuasa meningkatkan rasa disiplin diri sehingga kita dapat berbuat lebih banyak kebaikan kepada sesama.

( sumber : The Young Saints Club ; http://www.geocities.com/Athens/1619 )

Sekilas Tentang Jalan Salib

8 Maret 2010

Sejak abad pertama umat Kristiani telah mengadakan ziarah ke tanah kelahiran Yesus. Santa Helena, ibunda Raja Konstantin, melakukan ziarahnya yang terkenal itu pada abad ke-4 dalam usahanya untuk mengenali dari dekat tempat Yesus dilahirkan, wafat, dan dimakamkan.
Untuk jangka waktu yang pendek, yaitu setelah tahun 1199 ketika tentara-tentara Perang Salib berhasil menguasai Yerusalem dan wilayah sekitarnya, ziarah dapat dilakukan tanpa kesulitan. Tetapi sejak tahun 1291 setelah mereka kehilangan kekuasaan mereka atas daerah tersebut, ziarah menjadi lebih berbahaya dan mahal. Ibadat Jalan Salib bertujuan untuk menghadirkan Tanah Suci baik bagi mereka yang tidak dapat berziarah ke sana maupun bagi mereka yg sudah berziarah kesana.

Fransiskus dari Asisi mempunyai dua devosi yang amat mendalam yaitu Inkarnasi Yesus dan Sengsara Yesus, masing-masing dilambangkan dengan buaian dan salib.
Para biarawan Fransiskan mempopulerkan devosi Jalan Salib sejak abad ke-14. Umat membuat perhentian-perhentian kecil di dalam gereja, kadang-kadang dibangun juga perhentian-perhentian yang besarnya seukuran manusia di luar gereja. Segera saja, hampir semua gereja telah memiliki perhentian-perhentian Jalan Salib. Para biarawan Fransiskan juga menuliskan lirik Stabat Mater, yang biasanya dinyanyikan saat Ibadat Jalan Salib, baik dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa latin, maupun bahasa setempat.
Jumlah perhentian serta peristiwa-peristiwa Jalan Salib yang dikenangkan bervariasi dari waktu ke waktu. Ke-14 peristiwa Jalan Salib yang sekarang ditetapkan oleh Paus Clement XII (1730-1740).

Baik kita melakukan Ibadat Jalan Salib seorang diri atau bersama-sama dengan umat lain, di dalam gereja ataupun di ke-14 perhentian di luar gereja, ibadat ini menjadikan kisah sengsara dan wafat Yesus terasa nyata dan hidup.

( Sumber : Ask a Franciscan by Father Pat McCloskey, O.F.M.; 2001 St.Anthony Messenger Press )

Jika kamu tidak bertobat, Kamu pun akan binasa

8 Maret 2010

Yesus mengajarkan kepada kita bahwa sikap dan perilaku menghakimi orang lain merupakan sesuatu tindakan yang tidak baik. Ia tidak menghendaki kita bersukacita dan bergembira atas nasib sial dan kemalangan yang menimpa orang lain.
Yesus mau menyadarkan kita bahwa kita juga bukan orang bersih. Kita juga orang berdosa. Yesus minta agar kita berbalik dari jalan yang salah dan berkembang sampai menghasilkan buah yang baik.
Dan buah-buah dari kebaikan itu dialami dan dirasakan oleh orang lain,bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Kita masih bisa bernafas dan bersyukur hari ini. Ini berarti bahwa Yesus masih memberi kita kesempatan untuk berubah dan berbuah.
Kemalangan dan kesusahan yang dialami oleh orang lain, juga dialami oleh kita sendiri. Hanya kita tidak sungguh-sungguh menyadarinya.

Apakah kita masih mau meneruskan kebiasaan menilai kesalahan dan kekurangan orang lain??, atau kita akan berubah hari ini, sebelum semuanya terlambat.

(sumber : Nafiri paroki St.Arnoldus)

Pertanyaan-Pertanyaan Pokok Tentang Gereja Katolik

3 Maret 2010

oleh: Suster-suster FSP, Daughters of St. Paul

Angka-angka dalam kurung yang ditempatkan sesudah jawaban menunjuk pada nomer paragraf dalam Katekismus Gereja Katolik.

1. Disebut apakah Gereja yang didirikan oleh Yesus?

Kita menyebut Gereja yang didirikan oleh Yesus sebagai Gereja Katolik.

2. itu Apa Gereja Katolik?

Gereja Katolik adalah Gereja yang benar, yang didirikan oleh Yesus Kristus, yang para anggotanya saling dipersatukan dalam ikatan persekutuan rohani: setia kepada Paus serta para uskup yang bersatu dengannya, satu dalam iman dan kepercayaan, satu dalam perayaan ibadat. Gereja merupakan misteri, sakramen keselamatan dan Umat Allah yang dalam perjalanan ziarah bersama menuju kehidupan kekal. (771-776)

3. Mengapa Yesus mendirikan Gereja-Nya?

Yesus mendirikan Gereja-Nya untuk meneruskan tugas perutusan-Nya, yaitu membawa semua orang kepada keselamatan kekal. (763)

St. Petrus mengatakan kepada Gereja Perdana: “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1Pet 2:9)

4. Apakah peran istimewa Roh Kudus dalam kehidupan Gereja?

Peran istimewa Roh Kudus dalam Gereja adalah menjaga agar para anggotanya setia mematuhi ajaran-ajaran Yesus hingga akhir jaman. Roh Kudus juga senantiasa membantu menyucikan Gereja. Sebagai jiwa Gereja, Roh Kudus mendorong pewartaan Injil dengan gagah berani. (737, 767-768, 788, 797)

“… orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1Tim 3:15)

5. Apa itu iman Katolik?

Iman Katolik meliputi ajaran-ajaran Gereja Katolik, yang kita imani – yang diimani secara umum.

6. Apakah semua agama sama benarnya?

Sementara semua agama menyatakan kebenaran serta kebaikan Tuhan, hanya satu yang dapat disebut sebagai iman yang benar. Kepenuhan pernyataan diri Yesus – kebenaran iman, jalan kehidupan, karunia-karunia rahmat – berada (sepenuhnya hadir) dalam Gereja Katolik. (816, 830)

“Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” (Ef 1:22-23)

7. Apakah Gereja serentak tampak dan rohani?

Gereja sekaligus bersifat manusiawi dan ilahi, himpunan yang kelihatan yang dapat dikenali melalui tata susunannya, dan kebenaran ilahi yang dipelihara oleh Allah. (771)


8. Siapa itu Umat Allah?

Vatikan II memilih istilah biblis “Umat Allah” untuk menyebut para pengikut Yesus Kristus, yaitu mereka semua para anggota Gereja yang telah dibaptis. Umat Katolik bersekutu sepenuhnya dengan Gereja Kristus melalui rahmat, sakramen-sakramen, pengakuan iman, serta persekutuan dengan para uskup gereja yang bersatu dengan Paus. Namun demikian, umat Katolik yang hidup dalam keadaan dosa berat hanya memiliki persekutuan yang tak sempurna dengan Gereja. Orang-orang Kristen lainnya yang telah dibaptis, meskipun tidak sepenuhnya berada dalam persekutuan dengan Gereja Katolik, memiliki semacam persekutuan dengan gereja melalui rahmat Pembaptisan. (781-786, 836-838)

“Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.” (1Pet 2:9)

9. Mengapa Gereja disebut sebagai Tubuh Mistik Kristus?

Istilah “Tubuh Mistik” mengacu pada persekutuan nyata para anggota Gereja (baik hidup maupun mati) dengan Yesus, yang adalah Kepala, dan dengan satu sama lain melalui pencurahan rahmat Roh Kudus. (787-795)

“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota… demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.” (Rom 12:4-5). (lihat juga 1Kor 12:27; Yoh 15:4-5)

10. Apa sajakah keempat sifat dengan mana kita mengidentifikasikan Gereja yang benar?

Gereja yang benar, yang didirikan oleh Kristus adalah gereja yang satu, kudus, katolik (atau umum) dan apostolik. Hanya Gereja Katolik Roma yang memiliki keempat sifat atau ciri-ciri hakikat gereja tersebut. (811-812)

11. Bagaimana Gereja Katolik itu satu?

Berakar dalam misteri Tritunggal, persekutuan Gereja teristimewa terdiri dari ikatan cinta. Hal itu tampak dalam pengakuan iman yang satu dan sama, perayaan ibadat bersama, dan persekutuan dengan para gembala Gereja. (813-822)

“Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.” (Ef 4:4-6)

12. Bagaimana Gereja Katolik itu kudus?

Kristus menyerahkan Diri bagi Gereja untuk menguduskannya dan mengutus Roh Kudus untuk menghidupkannya. Karena segenap anggota Gereja dipanggil untuk menjadi kudus, Kristus memberikan kepada Gereja sarana-sarana guna membantunya mencapai tujuan ini, teristimewa sakramen-sakramen. (823-829)

“Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Ef 2:21-22)

13. Bagaimana Gereja Katolik itu katolik atau umum?

Gereja Katolik adalah katolik atau umum dalam arti ganda: pertama, karena di dalamnya terdapat kepenuhan Kristus dalam sarana-sarana keselamatan: ajaran, sakramen dan pewartaan / pelayanan apostolik; kedua karena gereja diutus kepada seluruh umat manusia dari segala bangsa. (830-835)

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:19-20)

14. Bagaimana Gereja Katolik itu apostolik?

Gereja adalah apostolik karena didirikan atas para rasul, yang pengajarannya diwariskan dengan setia oleh Gereja. Dengan demikian gereja tetap diajarkan, dikuduskan dan dibimbing oleh penerus para Rasul dalam tugasnya sebagai gembala: Dewan para Uskup, “yang dibantu para imam, dalam kesatuan dengan pengganti Petrus, gembala tertinggi Gereja.” (857-865)

“Dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” (Ef 2:20)

15. Apakah Gereja Katolik penting bagi keselamatan?

Gereja Katolik penting bagi keselamatan karena kehendak Kristus untuk memberikan kepada kita rahmat keselamatan melalui Gereja-Nya. Dalam beberapa cara, rahmat ini menjangkau bahkan mereka yang bukan anggota Gereja. Jika bukan karena kesalahan sendiri mereka tidak mengenal Juruselamat kita Yesus Kristus dan Gereja-Nya, mereka dapat diselamatkan jika mereka mencari Tuhan dengan tulus hati dan berusaha hidup dengan baik. (846-848)

“Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.” (Ef 3:12)

sumber: “Basic Catholic Q and A’s”; Copyright © 1999-2003, Daughters of St. Paul. All Rights Reserved; http://www.daughtersofstpaul.com

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: http://www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

KEMARTIRAN PARA RASUL

25 Februari 2010

Apakah anda tahu bahwa Rasul Yohanes ketika di Roma ia pernah di goreng hidup-hidup di dalam minyak mendidih. Apakah ia takut menghadapi ini semua? Tidak! Ternyata tidak satu pun dari para Rasul yang memilih untuk hidup senang dan tentram dengan bersedia mengingkari dan tidak mengakui Tuhan Yesus. Sejarah tradisi gereja banyak sekali memberikan informasi mengenai kehidupan sampai dengan bagaimana wafatnya para rasul.
Satu penulis sejarah yang bisa di pertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan bukti-bukti nyata ialah Eusebius. Ia menulis buku mengenai cara meninggalnya para Rasul di tahun 325 yang berjudul : “Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkhotbahkan Injil ke seluruh dunia”. Tullisan dari Eusebius telah di telusuri dan di selidiki ulang oleh penulis sejarah gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan akan kebenaran tulisan tersebut.
1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.
2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batusampai ia menemukan ajalnya.
3. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
4. Yohanes di rebus atau lebih tepatnya digoreng di dalam minya mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke Pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batu bara disana. Pada saat ia berada disana, ia menulis Kitab Wahyu. Kemudian dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.
5. Petrus telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah (huruf X), karena itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.
6. Yakobus, saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, id lemopar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama dimana si setan dahulu membawa Tuhan Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah di lempar dari tempat tinggi tersebut.
7. Yakobus anak Zebedeus ( seorang nelayan dan murid pertama yang dipanggil untu ikut Tuhan Yesus ) dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat ia disiksa, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, tetapi juga kepada orang yang telah menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukannya hanya sekedar turut menyaksikan saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus.
8. Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas dan kebeset.
9. Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan happy hours dengan disiksa dan disalib seperti Tuhan Yesus.” Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, selama dua hari sebelum ajalnya tiba.”
10. Thomas mati di tusuk oleh tombak di India.
11. Yudas saudara Tuhan Yesus di hukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Tuhan Yesus.
12. Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot, mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
13. Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya di penggal kepalanya oleh kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Paulus adalah Rasul yang paling lama mengalami masa siksaan di penjara. Kebanyakan surat-suratnya ditulis dan dikirim dari penjara.

Di samping kisah kemartiran yang di tulis oleh Eusebius, juga menceritakan seorang penginjil yang matanya dibakar sampai buta. Kalau ia buta, maka ia tidak akan bisa membaca Alkitab lagi sehingga ia tidak bisa mengabarkan injil lagi.
Tetapi kenyataannya, ia tetap mengabarkan Injil berdasarkan ayat-ayat yang telah dipelajari dan diingat sebelumnya.

Sumber : “ dikumpulkan dari berbagai sumber “


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.